KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya program studi Sistem Informasi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Olahraga dan Seni Budaya tahun 2026 yang diselenggarakan pada 31 Maret 2026. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai angkatan ini menampilkan semangat kolaborasi lintas budaya dan komitmen terhadap pengembangan bakat non-akademik di lingkungan kampus.
Festival yang berlangsung di Lapangan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari dan Aula Seni Terpadu mengusung tema “Generasi Digital yang Berkarakter, Sehat, dan Berbudaya” sebagai manifestasi visi kampus dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang teknologi informasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang solid serta apresiasi tinggi terhadap kearifan lokal.
Latar Belakang dan Persiapan yang Matang
Persiapan festival ini dimulai sejak tiga bulan sebelumnya ketika Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) Universitas Muhammadiyah Kendari membentuk panitia khusus untuk mengoordinasikan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya. Menurut catatan resmi kampus, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler ini mencapai persentase tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari mahasiswa. Banyak yang mengakui bahwa aktivitas di luar ruang kuliah memberikan mereka perspektif berbeda dalam belajar dan mengembangkan diri,” ungkap Dr. Heryanto, M.Kom., Ketua Program Studi Sistem Informasi, dalam wawancara pada Selasa, 1 April 2026.
Program studi Sistem Informasi, yang berdiri sejak 2015, telah menghasilkan ratusan lulusan yang tersebar di berbagai industri teknologi di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Namun, institusi pendidikan ini terus berusaha melampaui target akademik semata dengan mengintegrasikan pengembangan kepribadian melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler terstruktur.
Rangkaian Acara dan Prestasi yang Dicapai
Festival olahraga dan seni budaya tahun 2026 menampilkan delapan cabang olahraga sekaligus lima kategori seni dan budaya yang diikuti oleh mahasiswa Sistem Informasi dan program studi lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pada aspek olahraga, kompetisi mencakup futsal putra dan putri, bola voli, badminton, tenis meja, catur, sepak takraw, dan lari marathon 5 kilometer. Mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2022 berhasil meraih juara pertama dalam cabang futsal putra dengan menampilkan permainan yang solid dan koordinasi tim yang rapi. Tim futsal putri dari angkatan yang sama juga finis di posisi ketiga.
“Strategi kami sederhana namun efektif. Kami fokus pada latihan terstruktur setiap hari Rabu dan Jumat sore, plus sesi intensif satu minggu sebelum festival. Semangat bersama dan dukungan dari teman-teman membuat kami terus bersemangat,” jelas Rudi Hermawan, kapten tim futsal putra Sistem Informasi angkatan 2022, saat diwawancarai setelah pertandingan final pada pukul 14.30 WITA.
Di bidang seni dan budaya, mahasiswa Sistem Informasi mempersembahkan kontribusi yang sangat beragam dan inovatif. Kategori seni tari tradisional menjadi sorotan utama ketika kelompok mahasiswa perempuan Sistem Informasi mementaskan tari Poco-Poco yang divisualisasikan dengan elemen modern, menggabungkan gerakan tradisional Sulawesi Tenggara dengan kostum kontemporer. Pertunjukan ini berhasil memenangkan penghargaan “Best Presentation” dalam kategori tari.
Selain itu, dalam kompetisi seni musik, sebuah band yang terdiri dari mahasiswa Sistem Informasi bernama “Digital Harmony” tampil memukau dengan lagu-lagu bergenre pop dan rock yang mencampurkan lirik bahasa Indonesia dengan pesan-pesan edukatif tentang literasi digital. Mereka finis di peringkat kedua dalam kategori grup musik.
Kategori seni rupa dan desain grafis juga menampilkan karya-karya mahasiswa Sistem Informasi yang menakjubkan. Sebuah pameran seni digital menampilkan hasil desain grafis, fotografi, dan karya visual lainnya yang menggabungkan estetika tradisional Kendari dengan teknologi digital terkini. Satu peserta dari Sistem Informasi berhasil meraih juara kedua dalam kategori desain grafis dengan karya berjudul “Identitas Digital Lokal.”
Dalam kategori puisi dan literasi, mahasiswa Sistem Informasi juga menunjukkan kemampuan mereka di bidang sastra. Seorang mahasiswa angkatan 2023 berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi pembacaan puisi dengan tema “Teknologi dan Kemanusiaan,” sebuah karya orisinil yang merefleksikan kekhawatiran dan harapan generasi muda terhadap perkembangan teknologi di era digital.
Pernyataan Pejabat Kampus dan Apresiasi Institusional
Penyelenggaraan festival ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Prof. Dr. Abdul Wahab, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menghadiri acara penutupan festival dan memberikan sambutan yang penuh apresiasi.
“Festival olahraga dan seni budaya seperti ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki bakat dan kreativitas yang perlu diapresiasi dan dikembangkan lebih lanjut. Saya bangga melihat mahasiswa Sistem Informasi berkontribusi aktif dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa mereka siap menjadi generasi yang seimbang antara hard skills dan soft skills,” ujar Prof. Abdul Wahab dalam sambutan resmi pada upacara penutupan, Selasa sore, 31 Maret 2026.
Dr. Heryanto, Ketua Program Studi Sistem Informasi, juga menambahkan perspektif akademik terhadap signifikansi kegiatan ini. Menurut beliau, pengalaman mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler ini secara tidak langsung berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
“Mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan olahraga dan seni budaya menunjukkan disiplin waktu yang lebih baik, kemampuan manajemen proyek yang lebih terstruktur, dan kolaborasi yang lebih efektif dalam tugas kelompok. Kami juga melihat peningkatan kepercayaan diri mereka dalam presentasi dan berbicara di depan publik. Dengan demikian, investasi waktu dan energi mereka dalam festival ini bukan hanya untuk kepuasan personal, tetapi juga membawa dampak positif pada performa akademik mereka,” jelas Dr. Heryanto dengan antusias.
Dampak Positif dan Pembangunan Karakter Mahasiswa
Keberhasilan festival ini tidak hanya diukur dari jumlah medali dan penghargaan yang diraih, tetapi lebih pada dampak psikologis dan pembangunan karakter mahasiswa yang terlibat. Berdasarkan survei cepat yang dilakukan oleh Biro Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap 50 peserta festival dari Sistem Informasi, sebanyak 92 persen peserta menyatakan bahwa pengalaman mereka dalam festival meningkatkan rasa percaya diri, 88 persen merasa lebih termotivasi dalam belajar, dan 85 persen mengaku pengalaman ini memperkuat hubungan persahabatan dengan teman-teman seperjuangan.
Siti Nurhaliza, mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2023 yang menjadi anggota tim bola voli putri, berbagi pengalamannya. “Awalnya saya tidak terlalu percaya diri karena saya baru memulai olahraga voli di kampus ini. Namun, dukungan dari coach dan rekan-rekan tim membuat saya terus belajar dan berkembang. Meskipun kami tidak menjadi juara, pengalaman ini mengajarkan saya tentang kerja sama tim, kegigihan, dan pentingnya setiap individu dalam sebuah sistem. Nilai-nilai ini juga berlaku dalam tim project kuliah saya,” ungkap Siti dengan tersenyum.
Senada dengan itu, Muhammad Aditya Pratama, mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2022 yang menjadi drummer band “Digital Harmony,” berbagi tentang pengalaman kolaborasi antar talenta. “Musik mengajarkan saya bahwa setiap orang memiliki peranan penting. Saya tidak bisa bermain drum dengan baik jika gitaris dan vocalist tidak sinkron. Hal ini membuat saya lebih menghargai setiap anggota dalam sebuah tim, baik dalam band maupun dalam pengerjaan project coding di kampus,” kata Aditya, yang juga aktif dalam organisasi student developer di kampus.
Keberlanjutan dan Perencanaan ke Depan
Mengingat kesuksesan festival tahun ini, panitia HMSI Sistem Informasi dan pihak kampus telah merencanakan berbagai kegiatan lanjutan untuk menjaga momentum prestasi mahasiswa. Menurut Ketua HMSI Sistem Informasi, Anita Wijaya, angkatan 2021, beberapa rencana ke depan termasuk pembentukan klub-klub olahraga dan seni yang lebih terstruktur dengan pelatih profesional.
“Kami ingin membuat klub futsal, voli, badminton, dan tari yang resmi di bawah naungan HMSI dengan program latihan rutin setiap minggu. Kami juga berencana mengikuti kompetisi antar universitas di level regional untuk meningkatkan prestasi mahasiswa kami,” papar Anita dalam rapat koordinasi dengan pihak akademik pada akhir Maret 2026.
Rencana lainnya mencakup pendirian studio seni untuk mendukung aktivitas seni grafis, fotografi, dan musik, serta pembentukan klub literasi untuk mengembangkan minat mahasiswa di bidang sastra dan penulisan. Pihak kampus telah memberikan komitmen untuk mengalokasikan ruang dan dana dasar untuk mendukung inisiatif-inisiatif ini.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026 telah berhasil menunjukkan potensi luar biasa mahasiswa Sistem Informasi dalam mengembangkan diri di luar kelas. Melalui berbagai cabang olahraga dan seni budaya, mahasiswa tidak hanya meraih prestasi individual dan kelompok, tetapi juga membangun karakter yang lebih kuat, kolaboratif, dan berorientasi pada keunggulan.
Dukungan penuh dari pimpinan kampus, komitmen para pendidik, serta semangat mahasiswa yang terus berkembang memberikan harapan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus mencetak generasi profesional di bidang sistem informasi yang tidak hanya pandai dalam coding dan teknologi, tetapi juga berkarakter luhur, sehat fisik dan mental, serta menghargai kearifan budaya lokal.
Ke depannya, festival-festival serupa diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang, menciptakan ekosistem kampus yang dinamis dan mendukung pengembangan holistik setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
Tanggal Publikasi: 1 April 2026