KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar program pelatihan kepemimpinan terintegrasi dengan tema “Pemimpin Digital untuk Indonesia Maju” pada tanggal 19 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan lebih dari 200 peserta dari berbagai organisasi mahasiswa, himpunan jurusan, dan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Program kepemimpinan ini menjadi inisiatif strategis BEM Sistem Informasi dalam rangka mempersiapkan generasi mahasiswa yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis di bidang teknologi informasi, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan yang solid dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Dengan menghadirkan berbagai narasumber dari industri teknologi, akademisi, dan praktisi organisasi, acara ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai peran kepemimpinan dalam era transformasi digital.
Lokasi penyelenggaraan program berada di Aula Blok D Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah disiapkan dengan fasilitas lengkap, mulai dari sound system berkualitas tinggi, proyektor multimedia, hingga area networking yang representatif. Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan selama dua bulan untuk memastikan setiap detail acara dapat terlaksana dengan optimal dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Kepemimpinan mahasiswa di era digital menghadapi tantangan unik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Transformasi digital telah mengubah lanskap organisasi, cara komunikasi, hingga pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, BEM Sistem Informasi merasa penting untuk menghadirkan program pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teori kepemimpinan klasik, tetapi juga mengintegrasikan elemen-elemen kepemimpinan digital yang relevan dengan konteks zaman sekarang.
Menurut catatan akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, program studi Sistem Informasi telah mengalami peningkatan minat penerimaan mahasiswa sebesar 35 persen dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya talenta teknologi informasi. Namun, Ketua BEM Sistem Informasi, Ardi Pratama, menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah mahasiswa harus diikuti dengan pengembangan kualitas kepemimpinan dan soft skills yang memadai.
“Kami melihat bahwa banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi belum tentu memiliki keterampilan kepemimpinan yang memadai. Program ini dirancang untuk menjembatani gap tersebut,” ujar Ardi Pratama saat ditemui di kantor BEM Sistem Informasi, Rabu (16 April 2026).
Struktur dan Rangkaian Kegiatan
Program pelatihan kepemimpinan “Pemimpin Digital untuk Indonesia Maju” dirancang dalam format yang interaktif dan aplikatif. Hari pertama, 19 April 2026, dimulai dengan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Hendra Budiman, M.Sc., dilanjutkan dengan sesi keynote berjudul “Kepemimpinan dalam Transformasi Digital: Peluang dan Tantangan di Era Industri 5.0” yang dipandu oleh Direktur PT. TechVision Indonesia, Budi Santoso, SE., MBA.
Budi Santoso, yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di industri teknologi nasional, akan membagikan pandangannya mengenai kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan oleh profesional muda di bidang teknologi informasi. Dalam sambutan tertulisnya, Santoso menekankan pentingnya kombinasi antara technical knowledge dan soft skills dalam menghadapi persaingan industri global.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan workshop paralel yang mencakup lima topik utama: (1) Kepemimpinan Visioner dan Pengambilan Keputusan Strategis, (2) Manajemen Tim dan Kolaborasi Digital, (3) Inovasi dan Entrepreneurship Teknologi, (4) Etika Digital dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, serta (5) Public Speaking dan Presentasi Profesional. Setiap workshop difasilitasi oleh praktisi berpengalaman dan akademisi dari universitas terkemuka.
Pada hari kedua, peserta akan mengikuti simulasi kepemimpinan berupa case study competition yang menggabungkan elemen manajemen proyek teknologi dengan kepemimpinan organisasi. Tim peserta akan diberikan skenario bisnis riil yang pernah dihadapi oleh perusahaan-perusahaan teknologi, kemudian diminta untuk merancang solusi kepemimpinan dan strategi implementasi dalam jangka waktu terbatas.
“Kami sengaja menghadirkan case study dari perusahaan nyata agar peserta mendapatkan gambaran yang realistis tentang tantangan kepemimpinan di dunia kerja,” jelas Wakil Ketua BEM bidang Program Kerja, Siti Nurhaliza, dalam wawancara khusus pada Selasa (15 April 2026).
Hari ketiga difokuskan pada sesi mentoring one-on-one dan networking dengan para pembicara, serta penutupan yang menampilkan pemilihan peserta terbaik dan penghargaan untuk tim dengan presentasi case study terbaik.
Harapan dan Target Pencapaian
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, Dr. Ir. Hendra Budiman, M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif BEM Sistem Informasi dalam menyelenggarakan program ini. Menurutnya, pengembangan kepemimpinan mahasiswa sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Program kepemimpinan seperti ini sangat penting karena lulusan Sistem Informasi kami tidak hanya diharapkan menjadi programmer atau IT specialist yang handal, tetapi juga pemimpin yang beretika, bervisi, dan memiliki kepekaan sosial. Saya bangga BEM telah mengambil inisiatif ini,” ungkap Dr. Hendra dalam pertemuan pers yang diadakan di Gedung Rektorat, Kamis (17 April 2026).
Target utama program ini adalah menghasilkan minimal 150 peserta yang telah mendapatkan pemahaman mendalam tentang kepemimpinan digital dan dapat mengaplikasikannya dalam organisasi mahasiswa masing-masing. Selain itu, BEM juga menargetkan terjadinya sinergi antara berbagai organisasi mahasiswa di kampus, sehingga ke depannya dapat terbentuk ekosistem kepemimpinan mahasiswa yang kuat dan berkelanjutan.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Kepala Pusat Pengembangan Karir dan Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Arifin Wijaya, M.Ed., menilai program ini memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan kompetensi soft skills mahasiswa. Data dari departemennya menunjukkan bahwa 78 persen perusahaan yang merekrut lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari menekankan pentingnya kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.
“Program pelatihan seperti ini akan meningkatkan competitiveness lulusan kita di pasar kerja. Kami sudah berkoordinasi dengan BEM untuk memastikan lulusan program ini dapat di-track perkembangannya setelah lulus dan dapat memberikan feedback untuk perbaikan program di masa depan,” kata Drs. Arifin Wijaya dalam komunikasi tertulis pada Jumat (18 April 2026).
Selain dampak akademik, program ini juga diharapkan memperkuat ikatan antar organisasi mahasiswa di kampus. Beberapa ketua organisasi mahasiswa yang sempat dihubungi menyatakan optimisme mereka bahwa program ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan program-program mahasiswa di masa depan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi, Reza Firmansyah, mengatakan, “Program kepemimpinan ini bukan hanya untuk pengurus organisasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi anggota reguler untuk belajar langsung dari praktisi industri. Ini akan membentuk kultur kepemimpinan yang lebih inklusif di organisasi kami.”
Kontribusi Pihak Ketiga dan Sponsor
Kesuksesan penyelenggaraan program ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. BEM Sistem Informasi berhasil mengamankan sponsor dari PT. Digital Innovation Hub Sulawesi, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi teknologi informasi dan digital transformation. Sponsor ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga mengirimkan dua orang praktisi senior untuk menjadi fasilitator workshop.
Selain itu, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPDM) Universitas Muhammadiyah Kendari juga terlibat aktif dalam mempersiapkan materi pembelajaran dan menyediakan resource center untuk peserta program.
Antusiasme Peserta
Respons peserta terhadap program ini sangat positif. Pendaftaran yang dibuka pada minggu pertama April 2026 langsung mencapai kapasitas maksimal dalam waktu kurang dari dua minggu. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap pengembangan diri, khususnya dalam aspek kepemimpinan.
Salah seorang peserta dari angkatan 2024, Putri Ramadhani, mahasiswa Sistem Informasi semester 4, mengatakan bahwa keputusannya mengikuti program ini didorong oleh keinginan untuk mempersiapkan diri menjadi leader yang efektif. “Saya ingin tidak hanya menjadi programmer yang ahli, tetapi juga bisa memimpin tim dan berkontribusi pada pengembangan organisasi. Program ini terasa sangat relevan dengan apa yang saya butuhkan sekarang,” ujar Putri dengan antusiasme.
Penutup
Program kepemimpinan “Pemimpin Digital untuk Indonesia Maju” yang diselenggarakan oleh BEM Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 19 April 2026 merupakan langkah konkret dalam pengembangan kualitas mahasiswa, khususnya dalam aspek kepemimpinan dan soft skills. Dengan menghadirkan narasumber berkualitas dan merancang kurikulum yang relevan dengan industri, program ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin muda yang siap menghadapi tantangan era digital.
Ke depannya, BEM Sistem Informasi berencana untuk menjadikan program ini sebagai agenda rutin tahunan dan memperluas jangkauan peserta ke seluruh program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan komitmen konsisten dalam mengembangkan kepemimpinan mahasiswa, diharapkan almamater dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga unggul dalam kepemimpinan dan karakter.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 19 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara