KENDARI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Program Studi Sistem Informasi. Tiga mahasiswa dari prodi tersebut berhasil menjadi juara dalam ajang bergengsi tingkat nasional, yakni Kompetisi Inovasi Teknologi Digital Indonesia (KITDI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada Senin, 17 April 2026.
Prestasi luar biasa ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kendari telah setara dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Pencapaian ini sekaligus membuktikan dedikasi mahasiswa dan dosen dalam menciptakan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia modern.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Rizky Ramadhan (semester 7), Putri Maharani (semester 7), dan Fadhil Praktama (semester 5). Mereka berhasil mengalahkan ratusan peserta dari universitas-universitas ternama di seluruh Indonesia dengan proyek inovatif mereka berjudul “AgriTech Smart: Sistem Manajemen Pertanian Digital Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Petani Skala Kecil Menengah.”
Proyek yang dikembangkan oleh trio mahasiswa ini merupakan solusi teknologi yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan di Indonesia. Platform ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), machine learning, dan aplikasi mobile yang user-friendly untuk membantu petani dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Latar Belakang Perjalanan Menuju Juara
Perjalanan ketiga mahasiswa menuju penghargaan nasional dimulai sejak semester 5 lalu. Mereka mengikuti program inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Unismuh Kendari. Awalnya, ide sederhana mereka tentang teknologi pertanian modern berkembang menjadi sebuah sistem komprehensif yang mampu mengintegrasikan berbagai aspek dalam proses pertanian.
“Kami melihat banyak petani di Sulawesi Tenggara, khususnya di sekitar Kendari, masih menggunakan metode tradisional dalam bercocok tanam,” ungkap Rizky Ramadhan dalam pertemuan dengan wartawan kampus pada Rabu, 18 April 2026, di Ruang Rektor Unismuh Kendari. “Padahal, teknologi digital dapat membantu mereka meningkatkan hasil panen hingga 40 persen dengan mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan pestisida.”
Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Dalam tahap pengembangan awal, tim menghadapi berbagai tantangan teknis, termasuk integrasi sensor IoT dan algoritma machine learning yang kompleks. Namun, dengan bimbingan intensif dari dosen pembimbing mereka, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., dan tim mentor dari Pusat Inovasi Unismuh Kendari, ketiga mahasiswa berhasil mengatasi semua hambatan tersebut.
“Mereka menunjukkan ketekunan luar biasa. Sering kali saya melihat Rizky, Putri, dan Fadhil bekerja di laboratorium komputer hingga malam hari,” cerita Dr. Bambang Sutrisno saat diwawancara wartawan pada 17 April 2026. “Dedikasi mereka terhadap inovasi ini patut menjadi teladan bagi mahasiswa Sistem Informasi lainnya di kampus kita.”
Deskripsi Proyek AgriTech Smart
Sistem AgriTech Smart yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa ini memiliki fitur-fitur canggih yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan petani Indonesia. Platform ini terdiri dari tiga komponen utama: hardware sensor berbasis IoT, backend system dengan artificial intelligence, dan aplikasi mobile yang intuitif.
Komponen hardware yang dikembangkan menggunakan sensor tanah (soil moisture, soil pH, soil nutrient), sensor cuaca (temperature, humidity, rainfall), dan sistem irigasi otomatis yang dapat dikontrol melalui aplikasi. Semua data yang dikumpulkan dari sensor akan dikirim secara real-time ke cloud server untuk dianalisis menggunakan algoritma machine learning.
Algoritma yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi real-time kepada petani, mulai dari waktu optimal untuk pengairan, jenis dan jumlah pupuk yang diperlukan, hingga prediksi serangan hama berdasarkan kondisi cuaca dan kondisi tanah. Data historis juga digunakan untuk memberikan insight mengenai pola tanam terbaik untuk musim mendatang.
Aplikasi mobile yang user-friendly memudahkan petani untuk memantau kondisi lahan mereka kapan saja dan di mana saja, bahkan ketika mereka sedang berada di pasar untuk menjual hasil panen. Fitur notifikasi push memberikan alert otomatis jika ada kondisi abnormal yang memerlukan tindakan segera.
Putri Maharani menjelaskan, “Kami juga mempertimbangkan keterbatasan akses internet di daerah pedesaan. Oleh karena itu, aplikasi ini bisa bekerja dalam mode offline dan akan tersinkronisasi otomatis ketika koneksi internet tersedia kembali.”
Perjalanan Kompetisi Nasional
Proses seleksi kompetisi KITDI 2026 sangat ketat. Dari ribuan peserta yang mendaftar, hanya 50 tim yang lolos ke babak semifinal, dan 12 tim yang maju ke babak final. Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil mengirimkan tiga tim ke kompetisi ini, namun hanya tim AgriTech Smart yang berhasil menembus ke fase akhir.
Pada babak final yang diselenggarakan di Jakarta pada 14-17 April 2026, ketiga mahasiswa Unismuh Kendari harus mempresentasikan proyek mereka di depan dewan juri yang terdiri dari akademisi terkemuka, praktisi teknologi, dan investor venture capital. Mereka bersaing langsung dengan tim-tim dari institusi perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Binus.
“Saat pertama kali sampai di Jakarta, kami memang agak nervous menghadapi kompetitor dari universitas-universitas papan atas,” ungkap Fadhil Praktama dengan senyuman. “Namun, kami yakin bahwa ide kami unik dan solusi yang kami tawarkan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.”
Kepercayaan diri mereka terbukti benar. Juri memberikan penilaian tinggi pada aspek inovasi, relevansi sosial, kelayakan teknis, dan sustainability bisnis. Dalam pengumuman pemenang pada 17 April 2026 malam hari, nama “AgriTech Smart” dari Universitas Muhammadiyah Kendari disebutkan sebagai pemenang kategori “Best Innovation for Social Good” dengan hadiah utama senilai Rp 150 juta, plus funding opportunity dari beberapa investor yang tertarik dengan konsep mereka.
Reaksi Pimpinan Kampus
Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Ir. Haryono Suyono, M.Sc., langsung mengumumkan penghargaan khusus untuk ketiga mahasiswa pemenang.
“Prestasi Rizky, Putri, dan Fadhil adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka telah membuktikan bahwa meskipun kampus kita berada di daerah, namun kualitas pendidikan dan penelitian kami tidak tertinggal dari universitas-universitas di kota-kota besar,” ujar Prof. Haryono dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Utama Unismuh Kendari pada 18 April 2026.
Prof. Haryono menambahkan, “Komitmen kami adalah terus meningkatkan ekosistem inovasi dan entrepreneurship di kampus. Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi kami untuk memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa yang memiliki ide brilian telah membuahkan hasil yang nyata.”
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika Unismuh Kendari, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.T., menyatakan bahwa prestasi ini akan dijadikan sebagai case study dalam pembelajaran di Program Studi Sistem Informasi. “Kami akan mengintegrasikan pengalaman ketiga mahasiswa ini ke dalam kurikulum kami, sehingga mahasiswa lainnya dapat belajar dari perjalanan inovasi mereka,” katanya.
Dampak dan Rencana Kedepan
Prestasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi ketiga mahasiswa dan Program Studi Sistem Informasi, tetapi juga bagi seluruh ekosistem pendidikan tinggi di Kendari. Banyak calon mahasiswa yang sebelumnya hanya mengenal universitas-universitas di Jawa kini mulai mempertimbangkan Unismuh Kendari sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan mereka, terutama di Program Studi Sistem Informasi.
“Saya kira ini adalah momentum yang sangat baik untuk meningkatkan citra Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional. Banyak media massa nasional yang meliput prestasi ini, dan ini tentu akan meningkatkan brand awareness kampus kita,” papar Dr. Ir. Bambang Sutrisno.
Ketiga mahasiswa pemenang juga berencana untuk mengembangkan proyek mereka lebih lanjut. Dengan funding yang mereka terima, mereka akan melakukan pilot project di beberapa desa di sekitar Kendari dan Sulawesi Tenggara. Tujuannya adalah untuk memvalidasi teknologi mereka dan mendapatkan feedback langsung dari para petani agar sistem yang mereka buat semakin user-friendly dan sesuai dengan kebutuhan nyata.
“Kami sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara dan beberapa kelompok tani di Kendari untuk memulai pilot project ini,” jelas Rizky Ramadhan. “Target kami adalah pada akhir tahun 2026, sudah ada minimal 50 petani yang menggunakan sistem AgriTech Smart kami, dan kami bisa mengumpulkan data real-world yang akan kami gunakan untuk meningkatkan algoritma machine learning kami.”
Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa Lain
Ketiga mahasiswa pemenang ini juga memiliki pesan inspiratif bagi mahasiswa Sistem Informasi dan mahasiswa lainnya di Unismuh Kendari. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi, dedikasi, dan pemilihan topik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Jangan hanya fokus pada teknologi yang trendy, tapi pikirkan juga bagaimana teknologi itu bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pesan Putri Maharani. “Kami memilih untuk fokus pada pertanian karena kami melihat potensi dan kebutuhan nyata di sektor ini.”
Fadhil Praktama menambahkan, “Jangan takut untuk bermimpi besar dan tidak percaya dengan batasan bahwa kita adalah kampus daerah. Dengan kerja keras, dedikasi, dan bimbingan dosen yang baik, kita bisa mencapai hal-hal yang luar biasa, bahkan bersaing dengan mahasiswa dari universitas ternama sekalipun.”
Kesimpulan
Pencapaian Rizky Ramadhan, Putri Maharani, dan Fadhil Praktama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Digital Indonesia 2026 merupakan bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi yang berkualitas. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen kampus dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan untuk menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Diharapkan bahwa pencapaian ini akan menginspirasi mahasiswa lain di Unismuh Kendari untuk turut aktif dalam berbagai kompetisi akademik dan inovasi tingkat nasional maupun internasional. Sekaligus, semoga pemerintah dan berbagai stakeholder dapat terus memberikan dukungan kepada perguruan tinggi di daerah agar dapat terus berkembang dan menghasilkan inovasi-inovasi bermanfaat untuk kemajuan Indonesia.
Saat ini, ketiga mahasiswa tersebut sedang menyelesaikan skripsi mereka dengan topik yang terkait dengan pengembangan lebih lanjut dari sistem AgriTech Smart. Mereka juga sedang memproses pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk melindungi inovasi mereka sebelum mereka mulai mencari investor untuk scale-up bisnis mereka.