KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) secara resmi meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas kampus yang ambisius pada Rabu, 9 April 2026. Proyek senilai Rp 127 miliar ini akan menghadirkan serangkaian fasilitas modern, termasuk Learning Center khusus untuk Program Studi Sistem Informasi, yang diproyeksikan akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing akademik institusi.
Peluncuran proyek ini dilaksanakan di Aula Utama Rektorat Unmuh Kendari dengan dihadiri oleh Rektor, para pejabat pemerintah daerah, kepala dinas pendidikan, serta seluruh dekan fakultas dan ketua program studi. Acara berlangsung meriah dengan penanda tanganan prasasti pembangunan dan peresmian groundbreaking yang menjadi momentum penting bagi perkembangan institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara ini.
Latar Belakang Pembangunan
Keputusan Unmuh Kendari untuk mengembangkan infrastruktur kampus tidak terlepas dari pertumbuhan signifikan jumlah mahasiswa dan meningkatnya permintaan akan fasilitas pembelajaran yang modern. Dalam tiga tahun terakhir, Program Studi Sistem Informasi telah mengalami pertumbuhan peminat yang mencapai 45 persen, menjadikannya salah satu program studi yang paling diminati di kampus.
“Pertumbuhan ini membuktikan bahwa masyarakat Kendari dan sekitarnya memiliki antusiasme tinggi terhadap pendidikan teknologi informasi. Namun, kami menyadari bahwa infrastruktur yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa,” ujar Dr. Ir. H. Moh. Syafruddin, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara peluncuran.
Program Studi Sistem Informasi, yang didirikan pada 2016 lalu, kini telah memiliki mahasiswa aktif mencapai 612 orang dengan distribusi di berbagai tingkat angkatan. Keberhasilan program ini dalam memperoleh akreditasi B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika (LAMI) pada 2024 menjadi bukti komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Namun, tantangan infrastruktur menjadi hambatan serius dalam pengembangan lebih lanjut. Laboratorium komputer yang ada saat ini hanya memiliki 80 unit komputer dengan spesifikasi yang sudah berusia lima hingga tujuh tahun. Ruang kelas pun terbatas dan kurang ergonomis, sementara kebutuhan akan ruang untuk praktik programming, networking, dan cybersecurity terus meningkat.
Komponen Utama Proyek Pembangunan
Proyek infrastruktur Unmuh Kendari tahun 2026 ini dirancang dalam beberapa fase dengan fokus utama pada pengembangan fasilitas pendidikan dan peningkatan kualitas lingkungan kampus. Fase pertama, yang akan dilaksanakan dari April hingga Desember 2026, mencakup pembangunan Learning Center seluas 4.200 meter persegi untuk Program Studi Sistem Informasi.
Learning Center yang akan dibangun ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih. Menurut rencana arsitektur yang telah disusun oleh firma konsultan internasional, bangunan ini akan mencakup lima laboratorium khusus dengan masing-masing fokus pada bidang berbeda. Pertama, Lab Pemrograman dan Software Development dengan 120 workstation berteknologi terkini. Kedua, Lab Networking dan Infrastruktur dengan perangkat Cisco terbaru untuk pembelajaran praktik jaringan komputer yang mendalam.
Ketiga adalah Lab Cybersecurity dan Digital Forensics yang akan dilengkapi dengan infrastruktur keamanan siber tingkat enterprise. Keempat, Lab Database dan Big Data dengan server dengan kapasitas tinggi untuk pengolahan data skala besar. Kelima, Lab IoT dan Embedded Systems yang akan menjadi fasilitas unik untuk pembelajaran Internet of Things dan sistem tertanam.
Selain laboratorium, Learning Center juga akan memiliki ruang kelas interaktif sebanyak delapan unit yang dilengkapi dengan smart classroom technology, perpustakaan digital dengan koleksi e-book dan jurnal internasional, ruang diskusi kelompok, dan area collaborative learning dengan konsep open space yang memudahkan interaksi antar mahasiswa.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga mendukung inovasi dan kolaborasi di antara mahasiswa. Learning Center ini dirancang dengan filosofi bahwa pembelajaran di era digital memerlukan ruang yang fleksibel dan teknologi yang mendukung,” jelas Prof. Dr. Eng. Bambang Sudarsono, M.T., Dekan Fakultas Teknik Unmuh Kendari.
Fase kedua proyek, yang akan dimulai pada kuartal ketiga 2026, meliputi rehabilitasi dan peningkatan fasilitas penunjang kampus lainnya. Ini mencakup renovasi gedung administrasi pusat, pembangunan kantin dan food court dengan standar kebersihan internasional, serta pengembangan area parkir multilevel yang dapat menampung 500 unit kendaraan.
“Parkir multilevel ini menjadi respons terhadap keluhan mahasiswa dan dosen mengenai keterbatasan area parkir. Dengan solusi vertikal ini, kami dapat mengoptimalkan penggunaan lahan tanpa mengorbankan ruang hijau kampus,” tambah Dr. Syafruddin.
Fase ketiga, yang rencananya akan selesai pada akhir 2026, adalah pembangunan perpustakaan digital terpadu dan digital hub yang akan melayani seluruh program studi di Unmuh Kendari. Fasilitas ini akan menghubungkan semua laboratorium dengan sistem networking terpadu dan akan menjadi pusat knowledge management bagi seluruh civitas akademika.
Investasi dan Pendanaan
Proyek besar ini memerlukan investasi signifikan yang bersumber dari berbagai saluran pembiayaan. Sebagian besar pendanaan, sekitar 60 persen atau Rp 76,2 miliar, berasal dari dana internal universitas yang telah disisihkan melalui program penghematan operasional dan diversifikasi pendapatan dalam lima tahun terakhir.
Sisanya, sebesar 40 persen atau Rp 50,8 miliar, akan datang dari kredit pendidikan yang telah disetujui oleh Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara dengan bunga kompetitif sebesar 4,5 persen per tahun. Universitas juga berhasil mengamankan kontribusi dari beberapa perusahaan teknologi besar yang berkomitmen untuk tanggung jawab sosial perusahaan di sektor pendidikan.
“PT. Telkom Indonesia, sebagai mitra utama kami, telah berkomitmen menyediakan infrastruktur connectivity dan dukungan teknis senilai Rp 15 miliar. Selain itu, PT. Mikro Elektronika Indonesia juga berkontribusi dalam penyediaan perangkat keras laboratorium dengan diskon khusus,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza, M.B.A., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Pengembangan.
Komitmen finansial ini menunjukkan kepercayaan berbagai stakeholder terhadap visi Unmuh Kendari dalam mengembangkan pendidikan teknologi informasi berkualitas tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dampak pada Kualitas Akademik
Para pemimpin akademik percaya bahwa infrastruktur baru ini akan membawa dampak transformatif terhadap kualitas pembelajaran dan penelitian di Program Studi Sistem Informasi. Dengan fasilitas yang lebih baik, mahasiswa akan memiliki kesempatan lebih luas untuk melakukan praktik langsung, eksperimen, dan riset yang lebih mendalam.
Dr. H. Andi Samsu Alam, S.T., M.T., Ketua Program Studi Sistem Informasi Unmuh Kendari, mengungkapkan optimismenya tentang prospek program studi setelah fasilitas baru selesai dibangun.
“Dengan Learning Center yang modern ini, kami menargetkan peningkatan output lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap berinovasi dan berkontribusi pada transformasi digital di Indonesia. Kami juga berharap dapat meningkatkan intensitas penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal dan nasional,” ujar Dr. Andi Samsu Alam.
Lebih jauh, kehadiran fasilitas laboratory terkini diharapkan dapat menarik peneliti dan akademisi berprestasi untuk bergabung dengan institusi. Hal ini akan menciptakan critical mass yang mendukung pengembangan pusat keunggulan dalam bidang teknologi informasi dan digital innovation di kawasan timur Indonesia.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan
Dalam merancang proyek infrastruktur ini, Unmuh Kendari juga mempertimbangkan prinsip keberlanjutan lingkungan. Semua bangunan yang akan dibangun dirancang dengan standar green building dan akan memperoleh sertifikasi GREENSHIP dari Green Building Council Indonesia.
“Kami percaya bahwa institusi pendidikan harus menjadi teladan dalam praktik keberlanjutan. Learning Center akan menggunakan energi terbarukan dengan instalasi panel surya sebesar 100 kilowatt peak, sistem pengelolaan air hujan, dan material ramah lingkungan dalam konstruksinya,” jelas Ir. Haekal Mardhatillah, M.Eng., Direktur Proyek Pengembangan Infrastruktur Unmuh Kendari.
Penerapan teknologi hijau ini juga diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat belajar tentang sustainable technology dan green informatics secara langsung melalui studi kasus infrastruktur kampus mereka sendiri.
Pandangan Stakeholder dan Harapan Ke Depan
Peluncuran proyek ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Pemerintah Daerah Kota Kendari, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Drs. Muhammad Hatta, M.Si., mengapresiasi inisiatif Unmuh Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
“Pendidikan teknologi informasi adalah kunci untuk memastikan daya saing ekonomi daerah di era digital ini. Kami mendukung penuh upaya Unmuh Kendari dalam mengembangkan program studi ini dengan infrastruktur kelas dunia. Ini akan membuka peluang lulusan kami untuk bersaing di pasar kerja nasional dan internasional,” kata Muhammad Hatta.
Organisasi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi juga memberikan dukungan antusias. Ketua Senat Mahasiswa Program Studi, Rasyid Akbar, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur ini telah lama ditunggu-tunggu oleh mahasiswa.
“Sebagai mahasiswa, kami merasa excited dengan rencana pembangunan ini. Fasilitas yang lebih modern akan memungkinkan kami untuk lebih maksimal dalam belajar dan berlatih. Kami juga berharap bahwa dengan fasilitas yang lebih baik, universitas dapat mengadakan lebih banyak kompetisi dan hackathon yang melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas,” ucap Rasyid Akbar antusias.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari pada 9 April 2026 menandai awal dari babak baru dalam sejarah institusi pendidikan ini. Dengan investasi besar dan komitmen kuat dari pimpinan kampus serta dukungan dari berbagai stakeholder, Unmuh Kendari siap menghadirkan fasilitas pembelajaran kelas internasional yang akan memberdayakan generasi teknologi Indonesia.
Program Studi Sistem Informasi, sebagai fokus utama dari pengembangan infrastruktur ini, diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan teknologi informasi di Indonesia Timur. Para mahasiswa dan akademisi akan memiliki akses terhadap fasilitas laboratorium mutakhir, ruang pembelajaran interaktif, dan ekosistem inovasi yang kondusif.
Dengan target penyelesaian akhir pada akhir 2026, proyek ini akan menjadi bukti nyata dari dedikasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan berkontribusi positif terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Seiring berjalannya proyek ini, diharapkan institusi dapat terus menunjukkan peningkatan prestasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang lebih berdampak.
(Artikel ini ditulis berdasarkan keterangan resmi dari Universitas Muhammadiyah Kendari, tanggal 9 April 2026)
—
Total kata: 1.847 kata