Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan berprestasi. Pada ajang Kompetisi Teknologi Asia Tenggara (Southeast Asia Technology Competition/SATC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 5-8 April 2026, dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi berhasil meraih medali emas dalam kategori Application Development. Prestasi gemilang ini menandai pencapaian tertinggi bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam kompetisi internasional setingkat itu.
Kedua mahasiswa berprestasi tersebut adalah Muhammad Rizki Pratama (Angkatan 2023) dan Siti Nur Azizah (Angkatan 2023), yang berhasil mengalahkan peserta dari berbagai universitas ternama di Asia Tenggara, termasuk dari Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Mereka memenangkan kompetisi dengan menghadirkan aplikasi inovatif bernama “SmartHarvestAI” – sebuah sistem manajemen pertanian berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas petani lokal dengan teknologi prediktif cuaca dan analisis tanah real-time.
“Kami sangat bangga dan terhormat karena kedua mahasiswa kami berhasil merepresentasikan tidak hanya Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi juga Indonesia di panggung internasional. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Unmuh Kendari memiliki kemampuan dan daya saing yang setara dengan universitas-universitas terkemuka di dunia,” ujar Prof. Dr. H. Ir. Mardi Adi, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif di Ruang Rektorat kampus, Kamis (11 April 2026).
Perjalanan Menuju Podium Tertinggi
Perjalanan Muhammad Rizki dan Siti Nur Azizah menuju kompetisi internasional dimulai dari dedikasi mereka terhadap bidang teknologi dan inovasi sejak awal studi. Kedua mahasiswa ini pertama kali berhasil memenangkan lomba pengembangan aplikasi tingkat nasional pada bulan Februari 2026 di Jakarta, yang merupakan ajang seleksi resmi untuk kompetisi Asia Tenggara.
“Kami mulai mengembangkan konsep SmartHarvestAI sejak semester lima, terinspirasi dari melihat langsung tantangan yang dihadapi para petani di daerah Sulawesi Tenggara. Banyak petani yang masih menggunakan metode tradisional dan kesulitan memprediksi hasil panen. Dari sanalah kami mendapat ide untuk menggabungkan teknologi machine learning dan IoT,” ungkap Muhammad Rizki Pratama saat ditemui di Laboratorium Sistem Informasi Unmuh Kendari.
Sementara itu, Siti Nur Azizah menambahkan bahwa proses pengembangan aplikasi mereka melibatkan riset mendalam tentang kebutuhan pengguna di lapangan. “Kami melakukan survey langsung ke beberapa kelompok tani di Kecamatan Wawonii dan Kecamatan Poasia. Dari sana, kami mendengarkan langsung apa yang mereka butuhkan. Hasilnya adalah aplikasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga praktis untuk digunakan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang teknologi tinggi,” jelas Siti Nur Azizah dengan antusias.
Kedua mahasiswa ini mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing mereka, Dr. Hendro Subiyanto, S.Kom., M.Kom., yang merupakan ketua Program Studi Sistem Informasi Unmuh Kendari. Dr. Hendro tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga mentoring tentang cara mempresentasikan ide di panggung internasional dengan percaya diri.
“Saya selalu mengatakan kepada mahasiswa bahwa sebuah teknologi yang bagus harus dapat memecahkan masalah nyata di masyarakat. Rizki dan Azizah menunjukkan pemahaman yang sangat baik tentang prinsip ini. Mereka tidak hanya menulis kode, tetapi juga berpikir tentang dampak sosial dari apa yang mereka ciptakan,” kata Dr. Hendro dalam penjelasan terpisah.
Fitur-Fitur Unggulan SmartHarvestAI
Aplikasi SmartHarvestAI yang dikembangkan kedua mahasiswa ini memiliki beberapa fitur unggulan yang menjadi daya tarik bagi juri internasional. Pertama, sistem ini dapat melakukan prediksi cuaca dengan akurasi hingga 85% menggunakan model machine learning yang dilatih dengan data historis selama sepuluh tahun terakhir. Fitur ini membantu petani merencanakan waktu tanam dan panen yang optimal.
Kedua, aplikasi ini dilengkapi dengan sensor IoT yang dapat mengukur kelembaban tanah, pH tanah, dan kadar nutrisi secara real-time. Data-data ini kemudian dianalisis untuk memberikan rekomendasi irigasi dan pemupukan yang presisi, sehingga dapat mengurangi pemborosan sumber daya pertanian hingga 40%.
Ketiga, SmartHarvestAI memiliki fitur marketplace digital yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli potensial, sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil panen mereka. Fitur ini dirancang dengan interface yang sederhana dan mudah digunakan bahkan untuk petani yang tidak memiliki kemampuan digital tinggi.
Keempat, sistem ini dilengkapi dengan chatbot bertenaga AI yang dapat menjawab pertanyaan petani dalam bahasa lokal (Bahasa Indonesia dan dialek Sulawesi Tenggara) mengenai praktik pertanian terbaik dan manajemen hama.
“Dalam kompetisi internasional, juri sangat terkesan dengan aspek social impact dari aplikasi kami. Bukan hanya fokus pada teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu dapat memberdayakan komunitas petani yang sebelumnya tertinggal dari akses digital,” tutur Muhammad Rizki ketika menjelaskan mengapa aplikasi mereka memenangkan perlombaan.
Dukungan Penuh dari Institusi
Kesuksesan Muhammad Rizki dan Siti Nur Azizah tidak terlepas dari dukungan penuh yang mereka terima dari berbagai pihak di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dari segi finansial, pihak kampus menyediakan dana penelitian dan pengembangan melalui Program Hibah Penelitian Mahasiswa (HPMA) yang diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmuh Kendari.
“Kami memiliki komitmen untuk mengalokasikan dana yang cukup bagi mahasiswa yang memiliki potensi tinggi dan proyek yang inovatif. Tidak hanya itu, kami juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan magang di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka sehingga mereka dapat menggabungkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik di industri,” kata Ir. Samsul Huda, M.T., Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari.
Selain dukungan finansial, kampus juga menyediakan fasilitas laboratorium yang memadai. Laboratorium Sistem Informasi Unmuh Kendari telah diupgrade dengan perangkat keras dan lunak terkini, termasuk GPU computing untuk keperluan machine learning dan cloud infrastructure untuk deployment aplikasi. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan aplikasi dengan standar industri yang tinggi.
“Kami percaya bahwa investasi dalam infrastruktur teknologi adalah investasi untuk masa depan. Ketika mahasiswa memiliki akses ke peralatan dan tools yang profesional, mereka dapat belajar dan berkarya dengan lebih optimal,” tambah Ir. Samsul Huda.
Dampak Jangka Panjang untuk Ekosistem Pendidikan Kendari
Prestasi Muhammad Rizki dan Siti Nur Azizah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya di Program Studi Sistem Informasi Unmuh Kendari untuk terus berinovasi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Berdasarkan informasi dari Dekan Fakultas Teknik, Dr. Irwan Prayetno, S.T., M.Kom., pihaknya telah merencanakan beberapa inisiatif untuk mendukung lahirnya inovasi-inovasi serupa di masa depan.
“Kami akan membentuk Innovation Hub di dalam kampus yang berfungsi sebagai inkubator untuk ide-ide mahasiswa. Di sini, mereka dapat mengembangkan prototype, mendapatkan mentoring dari praktisi industri, dan mencari pendanaan untuk mewujudkan ide mereka menjadi produk yang nyata,” jelas Dr. Irwan Prayetno dalam sesi diskusi di Aula Dekanat.
Selain itu, pihak Unmuh Kendari juga sedang mempersiapkan program pertukaran mahasiswa dengan universitas-universitas di luar negeri yang memiliki reputasi tinggi di bidang teknologi. Program ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa tentang perkembangan teknologi global dan memberikan kesempatan networking dengan profesional internasional.
“Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa startup teknologi di Jakarta untuk memberikan mentoring dan akses ke investor bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis yang menjanjikan. Dengan cara ini, kami tidak hanya menghasilkan sarjana yang siap kerja, tetapi juga entrepreneur yang dapat menciptakan lapangan kerja baru,” tambah Dr. Irwan.
Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
Melalui prestasi mereka, Muhammad Rizki dan Siti Nur Azizah ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa dari daerah-daerah yang jauh dari pusat perkembangan teknologi.
“Jangan pernah merasa rendah diri atau terlambat hanya karena berada di daerah terpencil. Dengan internet dan dedikasi, kita bisa belajar teknologi terbaru sama seperti mahasiswa di Jakarta atau universitas luar negeri. Yang penting adalah niat kuat, kerja keras, dan tidak takut untuk bermimpi besar,” pesan Muhammad Rizki kepada adik-adik tingkat dan calon mahasiswa Unmuh Kendari.
Siti Nur Azizah menambahkan, “Jangan hanya mengikuti trend, tetapi ciptakan solusi yang relevan dengan konteks lokal kita. Indonesia memiliki banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan teknologi, dan sebagai generasi muda yang terdidik, kita punya tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut.”
Rencana Lanjutan
Menurut informasi yang diperoleh, Muhammad Rizki dan Siti Nur Azizah sedang dalam tahap mengembangkan SmartHarvestAI menjadi produk yang siap untuk dipasarkan secara komersial. Mereka telah menerima perhatian dari beberapa venture capital dan perusahaan agro-technology yang berminat untuk menginvestasikan produk mereka.
“Rencana kami adalah melakukan pilot project dengan kelompok tani yang ada di Kendari selama enam bulan ke depan. Dari sana, kami akan mengumpulkan feedback untuk penyempurnaan aplikasi sebelum diluncurkan ke pasar yang lebih luas,” jelas Muhammad Rizki.
Pihak Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah menjanjikan dukungan penuh dalam fase komersial ini, baik melalui akses ke jaringan alumni yang tersebar di berbagai industri maupun melalui fasilitas kampus yang dapat digunakan untuk operasional awal mereka.
Penutup
Prestasi Muhammad Rizki Pratama dan Siti Nur Azizah dalam memenangkan medali emas di Kompetisi Teknologi Asia Tenggara 2026 adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari mampu menghasilkan lulusan dengan daya saing internasional. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa inovasi dan keunggulan akademik bisa lahir dari mana saja, tidak hanya dari universitas-universitas besar di kota-kota besar.
Dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan, menyediakan fasilitas yang memadai, dan mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkompetisi, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas yang dapat berkontribusi positif bagi pembangunan Indonesia dan dunia. Semoga prestasi kedua mahasiswa ini menjadi awal dari banyak prestasi serupa yang akan dilahirkan oleh kampus ini di tahun-tahun mendatang.
—
[JUMLAH KATA: 1.847 kata]