Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Sistem Informasi, mencatat perkembangan positif dalam upaya peningkatan mutu akademik melalui program akreditasi berkelanjutan. Sejak memasuki tahun akademik 2025-2026, prodi yang berbasis di Kendari ini telah menginvestasikan sumber daya signifikan untuk mencapai standar akreditasi internasional, melampaui persyaratan akreditasi nasional yang telah diraih sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Jaminan Mutu dan Pengembangan Akademik (PJMPA) Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 13 April 2026, Program Studi Sistem Informasi telah menyelesaikan 85 persen dari total 120 indikator mutu yang diperlukan untuk mengajukan akreditasi internasional melalui organisasi pemeringkat global. Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan pimpinan universitas dan dedikasi seluruh civitas akademika di lingkungan prodi tersebut.
Latar Belakang Peningkatan Mutu Kampus
Perjalanan Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih akreditasi internasional dimulai sejak tahun 2021, ketika institusi ini memulai evaluasi diri komprehensif. Saat itu, prodi telah memiliki akreditasi nasional dengan peringkat “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Namun, pimpinan universitas menyadari bahwa untuk bersaing di era globalisasi pendidikan tinggi, diperlukan upaya lebih ambisius.
“Kami percaya bahwa akreditasi internasional bukan sekadar prestise, melainkan bukti nyata komitmen terhadap kualitas pendidikan,” ujar Dr. Ahmad Ridho Syaiful, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Rabu (12 April 2026). Beliau melanjutkan, “Program Sistem Informasi kami dipilih sebagai pilot project karena potensi lulusan yang tinggi dan relevansi dengan kebutuhan industri digital di era transformasi ini.”
Keputusan strategis ini didukung oleh alokasi anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp 2,8 miliar dalam dua tahun terakhir. Dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur teknologi, pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan dosen, serta kerjasama penelitian dengan universitas mitra internasional.
Indikator Mutu yang Telah Dicapai
Dalam perjalanan menuju akreditasi internasional, Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari telah mencapai beberapa milestone penting. Pertama, kurikulum telah diselaraskan dengan standar internasional, khususnya dengan mengadopsi kerangka kerja dari Computing Curricula yang dikembangkan oleh ACM (Association for Computing Machinery) dan IEEE Computer Society.
“Kurikulum kami kini mencakup 12 learning outcomes utama yang selaras dengan standar Eropa dan Amerika Serikat,” jelas Prof. Siti Nurhaliza, Ketua Program Studi Sistem Informasi, dalam diskusi formal di ruang senat akademik pada Jumat (11 April 2026). Beliau menambahkan, “Setiap mata kuliah telah dipetakan dengan jelas untuk memastikan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global.”
Kedua, dalam aspek penelitian dan publikasi ilmiah, prodi telah menunjukkan peningkatan yang mengesankan. Selama periode 2024-2026, dosen-dosen Program Studi Sistem Informasi telah menghasilkan 34 publikasi di jurnal internasional bereputasi, meningkat drastis dari 8 publikasi pada periode 2021-2023. Tiga dari publikasi tersebut dimuat di jurnal tier-1 yang terindeks di Web of Science dan Scopus.
“Target kami adalah mencapai minimal 50 publikasi internasional sebelum pengajuan akreditasi formal pada tahun 2027,” ujar Dr. Bambang Setiawan, Kepala Unit Riset dan Pengembangan Sistem Informasi, dengan optimisme yang terpancar. Beliau menerangkan bahwa peningkatan ini didukung oleh pelatihan penulisan ilmiah intensif dan kerjasama dengan research centers di Indonesia dan luar negeri.
Infrastruktur dan Fasilitas Akademik
Peningkatan mutu kampus tidak lepas dari investasi signifikan dalam infrastruktur fisik dan teknologi. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membangun dua laboratorium terintegrasi senilai Rp 1,2 miliar, dilengkapi dengan server high-performance computing dan software lisensi internasional yang digunakan oleh industri global.
Laboratorium pertama, bernama “Digital Innovation Lab,” dirancang khusus untuk mendukung aktivitas praktik pemrograman dan pengembangan aplikasi berbasis cloud. Fasilitas ini telah diakui oleh partner industri lokal seperti PT Telkom Indonesia dan PT Bank Mandiri Syariah sebagai lokasi pelatihan karyawan mereka.
“Kami sangat apresiasi dengan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menyediakan fasilitas kelas dunia. Ini sangat membantu dalam mengupgrade skill karyawan kami,” ungkap Budi Hartono, Manager Human Resources PT Telkom Indonesia Cabang Sulawesi Tenggara, dalam testimoni tertulisnya pada Maret 2026.
Laboratorium kedua, “Artificial Intelligence Research Center,” dilengkapi dengan workstation GPU-accelerated dan lisensi software machine learning terkemuka. Laboratorium ini telah menjadi pusat kolaborasi penelitian dengan dosen dari Program Studi Sistem Informasi, menghasilkan empat penelitian terapan dalam bidang natural language processing dan computer vision yang relevan dengan kebutuhan industri lokal.
Selain infrastruktur fisik, universitas juga telah mengimplementasikan sistem manajemen akademik terintegrasi berbasis cloud, memungkinkan transparansi penuh dalam proses akademik dan administratif. Sistem ini telah meningkatkan efisiensi operasional sebesar 42 persen berdasarkan audit internal yang dilakukan oleh Tim Audit Internal Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kompetensi Dosen dan Pengembangan SDM
Salah satu pilar utama dalam akreditasi internasional adalah kualifikasi dan kompetensi dosen. Program Studi Sistem Informasi telah mengembangkan program pengembangan profesional berkelanjutan (Continuing Professional Development) yang komprehensif.
Hingga April 2026, 78 persen dari 34 dosen tetap Program Studi Sistem Informasi telah menyelesaikan sertifikasi internasional, mulai dari Cisco Certified Network Associate (CCNA), AWS Certified Solutions Architect, hingga Google Cloud Professional Data Engineer. Pencapaian ini jauh melampaui standar minimal yang disyaratkan oleh badan akreditasi internasional.
“Saya mengirim dosen kami untuk mengikuti pelatihan intensif di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand,” cerita Prof. Siti Nurhaliza dengan bangga. “Investasi ini bukan sekadar untuk meningkatkan sertifikasi, tetapi juga untuk memperkaya perspektif dosen tentang tren teknologi terkini dan metodologi pembelajaran yang inovatif.”
Selain itu, universitas telah mendorong dosen untuk melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, delapan dosen telah menyelesaikan program doktor di universitas terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan bahkan universitas di luar negeri. Target universitas adalah 95 persen dosen tetap minimal memiliki gelar Master pada tahun 2027.
Kerjasama dan Jaringan Internasional
Akreditasi internasional memerlukan bukti nyata kerjasama dengan institusi global. Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin 12 memorandum of understanding (MOU) dengan universitas dan institusi penelitian di enam negara, termasuk Australia, Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, dan Inggris.
Kerjasama ini telah menghasilkan program student exchange, joint research, dan dual degree. Pada tahun akademik 2025-2026 saja, lima mahasiswa dari universitas mitra internasional melakukan pertukaran pelajar di Kendari, sementara enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menjalani semester internasional di luar negeri.
“Program kerjasama internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa kami,” ujar Dr. Iwan Gunawan, Ketua Pusat Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari. “Mereka tidak hanya belajar teknologi terbaru, tetapi juga memperluas jaringan profesional sejak masih menjadi mahasiswa. Ini sangat penting untuk mendukung karir mereka setelah lulus.”
Dampak pada Lulusan dan Industri
Upaya peningkatan mutu kampus telah memberikan dampak positif yang terukur pada kualitas lulusan Program Studi Sistem Informasi. Berdasarkan tracer study terbaru yang dilakukan pada 2025, tingkat kelulusan tepat waktu meningkat menjadi 89 persen dari tahun sebelumnya 76 persen. Lebih penting lagi, 94 persen lulusan telah mendapatkan pekerjaan dalam tiga bulan setelah kelulusan, dengan rata-rata gaji awal Rp 4,5 juta per bulan, jauh di atas rata-rata nasional untuk program sejenis yang berada di kisaran Rp 3,2 juta per bulan.
Kepuasan industri terhadap kompetensi lulusan juga meningkat drastis. Survei terhadap 87 perusahaan tempat lulusan bekerja menunjukkan tingkat kepuasan 8,6 dari skala 10, dengan skor tertinggi pada kemampuan pemecahan masalah teknis (8,9) dan keterampilan adaptasi terhadap teknologi baru (8,7).
“Lulusan Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari yang kami rekrut menunjukkan kemampuan teknis yang solid dan sikap yang positif dalam bekerja,” ujar Rina Wijayanto, Head of IT Development PT Bank Rakyat Indonesia Kendari, yang telah merekrut delapan lulusan dari program tersebut. “Mereka cepat beradaptasi dan produktif dalam tim kami.”
Target dan Roadmap Menuju Akreditasi Internasional
Menjelang pengajuan akreditasi internasional pada tahun 2027, Program Studi Sistem Informasi telah menetapkan roadmap yang jelas dan terukur. Target utama adalah meraih akreditasi dari badan internasional yang diakui secara global, seperti ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) atau ACBSP (Accreditation Council for Business Schools and Programs).
“Kami menargetkan pengajuan akreditasi ABET pada semester genap tahun akademik 2026-2027,” ungkap Prof. Siti Nurhaliza. “Sebelum itu, kami akan melakukan audit internal dan penyesuaian terakhir untuk memastikan semua standar terpenuhi dengan sempurna.”
Indikator kesuksesan yang telah ditetapkan mencakup: peningkatan jumlah publikasi internasional menjadi minimal 50 artikel per tahun, pencapaian skor minimal 7.0 dalam internal quality assurance pada semua kategori penilaian, dan tingkat kepuasan stakeholder minimal 8.5 dari skala 10.
Selain fokus pada akreditasi ABET, universitas juga sedang mengembangkan program sertifikasi tambahan yang diakui oleh industri, seperti ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu pendidikan. Sertifikasi ini diharapkan dapat diraih pada akhir tahun 2026.
Tantangan dan Solusi
Meski menunjukkan progres yang mengesankan, Program Studi Sistem Informasi tetap menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan dosen dengan gelar doktor di bidang spesialisasi tertentu, khususnya dalam bidang cybersecurity dan blockchain technology yang berkembang pesat.
“Kami sedang membangun partnership dengan universitas terkemuka untuk mendapatkan visiting lecturer dan researcher dalam bidang-bidang emerging ini,” jelas Dr. Iwan Gunawan. “Selain itu, kami juga memberikan beasiswa kepada dosen muda untuk mengejar gelar doktor di universitas terkemuka nasional maupun internasional.”
Tantangan lain adalah menjaga relevansi kurikulum dengan perkembangan industri yang sangat dinamis. Untuk mengatasi hal ini, universitas telah membentuk Industrial Advisory Board yang terdiri dari praktisi senior dari perusahaan teknologi terkemuka. Board ini bertemu secara kuartalan untuk memberikan masukan tentang tren industri terbaru dan kebutuhan skill yang harus dimiliki lulusan.
Penutup dan Visi Masa Depan
Perjalanan Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari menuju akreditasi internasional merupakan refleksi dari komitmen yang kuat terhadap peningkatan mutu berkelanjutan. Dengan investasi signifikan dalam infrastruktur, pengembangan SDM, penelitian, dan kerjasama internasional, program ini telah memposisikan dirinya sebagai salah satu program studi yang paling kompetitif di Sulawesi Tenggara.
“Visi kami adalah menjadi program studi pilihan utama di kawasan Indonesia Timur, dengan standar kualitas yang diakui secara internasional,” tutup Rektor Dr. Ahmad Ridho Syaiful dengan penuh keyakinan. “Akreditasi internasional bukan akhir dari perjalanan kami, tetapi awal dari komitmen yang lebih dalam untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri digital di Indonesia.”
Dengan target yang jelas, strategi yang komprehensif, dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari siap memasuki era baru sebagai program studi dengan standar internasional pada tahun 2027 mendatang.
—
Jumlah kata: 1.847 kata